Dalam dunia otomasi industri modern, sistem penimbangan sudah menjadi komponen inti pada proses produksi, pengecekan kualitas, pengemasan, pengisian cairan, serta berbagai aplikasi industri lainnya.
Untuk mendapatkan data berat yang akurat, stabil, dan cepat, dibutuhkan perangkat yang mampu mengubah sinyal sensor timbangan menjadi data digital yang mudah dibaca oleh PLC, komputer, ataupun mikrokontroler.

Modul yang kita bahas hari ini adalah sebuah transmitter berat yang mendukung:
- RS232 / RS485 / TTL
- Modbus RTU
- Load cell 0–5mV/V
- Amplifikasi + konversi digital otomatis
Modul ini sangat stabil dan cocok digunakan pada berbagai aplikasi industri dan IoT.
1. Apa itu Modul Timbangan DAPPRA?

Modul timbangan DAPPRA adalah industrial weight transmitter yang dirancang untuk mengubah sinyal kecil dari load cell menjadi data digital yang presisi dan stabil.
Modul ini mendukung RS232, RS485, TTL serta Modbus RTU, sehingga mudah diintegrasikan dengan PLC, komputer, HMI, mikrokontroler, maupun sistem IoT industri.
Modul ini berfungsi sebagai:
- Load Cell Amplifier (Penguat sinyal sensor timbangan)
- Weight Transmitter (Pengubah sinyal analog → digital)
- Modul komunikasi RS232/RS485/TTL
- Modbus RTU weight module
Tugas utamanya adalah:
➡️ Mengubah sinyal kecil sensor timbangan (0–5mV/V) menjadi data berat digital yang stabil dan siap dikirim melalui serial.
2. Kompatibel dengan Semua Sensor 0–5mV/V
Modul DAPPRA kompatibel dengan semua load cell 0–5mV/V, termasuk single-point, shear beam, platform scale, dll.
Berdasarkan spesifikasi (gambar produk):
- Sensitivitas: 2.0mV/V (kompatibel 0–5mV/V)
- Non-Linear: ±0.05% F.S
- Repeatability Error: ±0.05% F.S
- Creep: 0.03% F.S/min
- Temperature Drift: ±0.05% / ±0.03% F.S/10°C
- Bahan sensor cocok: aluminium, alloy steel
Modul ini cocok untuk berbagai jenis load cell:
- Sensor timbangan satu titik
- Sensor tipe shear beam
- Sensor platform
- Timbangan mini, timbangan digital, mesin sortir, filling machine, dll.
3. Mendukung Tiga Jenis Komunikasi Industri
Modul ini memberi fleksibilitas tinggi dengan:
| Mode | Penggunaan |
|---|---|
| TTL serial | Arduino, ESP32, STM32, mikrokontroler |
| RS232 | Komputer, HMI lama, alat ukur |
| RS485 | PLC, jarak jauh, multi-drop, topologi industri |
RS485 mendukung jaringan panjang dan banyak perangkat dalam satu jalur (multi-drop).
4. Cara Pengkabelan (Load Cell + Modul)

Load Cell 4 Kabel
Sesuai diagram:
| Warna | Fungsi |
|---|---|
| Merah | +E (Excitation +) |
| Hitam | -E (Excitation -) |
| Hijau | +S (Signal +) |
| Putih | -S (Signal -) |
Power Supply Modul
- Input: 5–12V (wide voltage range)
5. Keunggulan Dibanding Produk Lain
Berdasarkan gambar perbandingan:
✔️ Anti air, anti lembab, anti korosi
Permukaan PCB dilapisi pelindung, tidak mudah rusak akibat lingkungan lembab.
✔️ Proteksi petir hingga 600V
Tetap stabil pada daerah dengan cuaca ekstrem / banyak petir.
✔️ Dual circuit protection – otomatis pulih
Jika terjadi short, modul dapat pulih otomatis.
✔️ Input 5–12V (tanpa batasan)
Sangat kompatibel dengan perangkat industri.
Modul lain umumnya:
❌ Tanpa proteksi
❌ Tidak tahan lembab
❌ Tidak tahan petir
❌ Tegangan terbatas
❌ Mudah rusak
6. Mendukung Berbagai Mode Output
Sesuai modul:
- Pengiriman terus-menerus
- Pengiriman stabil (hanya saat berat stabil)
- Mode perintah – Modbus RTU
Untuk PLC, disarankan memakai Modbus RTU.

➡ Modul kustom dapat digunakan secara tunggal,modul RTU dapat digunakan secara paralel.
➡ User-defined Protocol

The transmitted weight is fixed to 8 digits: +000.000 or -000.000
For example, 1KG is displayed as +001.000 in ASCII encoding
‘+’ corresponds to 2B
‘0’ corresponds to 30
‘1’ corresponds to 31
‘.’ (decimal point) corresponds to 2E
➡ Tabel Kode ASCII

7. Junction Box Multi-Channel

Gabung banyak sensor
Membentuk platform scale
Stabilitas lebih tinggiPLC Communication Debugging Software
8. Diagram Pengkabelan RS485/RS232

RS485 → PLC
| PLC | Modul |
|---|---|
| SDA | A |
| SDB | B |
RS232 → PLC
| PLC | Modul |
|---|---|
| RX | TX |
| TX | RX |
| GND | GND |
9. Operation Demo

Serial port data can be connected to many device applications

10. Contoh Penggunaan Nyata
DAPPRA SU73 mendukung hampir semua aplikasi industri yang memerlukan pengukuran berat presisi tinggi, mulai dari mesin packaging, conveyor sorting, robotika industri, sampai reaktor farmasi dan FMCG. Modul ini menawarkan akurasi tinggi, stabil, tahan gangguan, serta kompatibilitas luas melalui protokol Modbus RTU.

Modul dapat dihubungkan ke:
- Komputer
- Mikrokontroler (STM32, Arduino, ESP32)
- Modul wireless IoT
- PLC
- Sistem penimbangan multi-channel
- Smart scale / timbangan digital DIY
- Mesin pengisian (filling), dosing, packaging
Sangat fleksibel dan mudah integrasi.
Kesimpulan: Kenapa Modul DAPPRA Ini Pilihan Terbaik?
Modul RS232/RS485/TTL berat ini memberikan:
- Kompatibel 0–5mV/V
- Komunikasi lengkap (RS232/RS485/TTL)
- Modbus RTU industrial
- Anti air / anti lembab / anti korosi
- Proteksi petir 600V
- Input lebar 5–24V
- Data stabil dan akurat
- Mudah dipasang, ukuran kecil
- Cocok PLC, komputer, IoT, MCU
Jika Anda ingin membuat smart scale, alat industri, sistem otomatisasi, atau mesin pengisian, modul ini adalah salah satu solusi paling stabil dan ekonomis.
Dalam sistem penimbangan industri berbasis PLC, sinyal mV/V dari load cell bersifat sangat kecil dan rentan terhadap noise. Oleh karena itu, diperlukan weight transmitter dengan komunikasi RS485 Modbus RTU untuk memastikan data berat yang stabil, akurat, dan mudah diintegrasikan ke sistem kontrol.
Jika Anda ingin melihat informasi harga dan spesifikasi lengkap, silakan kunjungi halaman produk DAPPRA SU73 weight transmitter RS485 Modbus RTU .
Dokumen & Perangkat Lunak Unduhan SU73
Berikut adalah kumpulan dokumen teknis, driver, dan perangkat lunak resmi yang mendukung penggunaan Sensor Timbangan & Weight Transmitter DAPPRA SU73 dengan protokol komunikasi Modbus RTU, TTL, dan USB.
Related Articles
- Mengapa DAPPRA KA03 Tetap Menjadi Pilihan Motion Controller Terbaik
- Panduan Lengkap DAPPRA MKX Mach3 USB Motion Control Card
- Setup & Parameter Mach3 untuk Motion Controller KA05 (4 Axis)
- KA05 Motion Controller: Masalah Umum & Solusi (FAQ)
- Cara Menjalankan Mach3 dengan USB Motion Controller Secara Stabil
2 komentar
Pingback:
Panduan Spindle KO90/KO92 & VFD DAPPRA + Perbedaan HOC vs OCPingback:
Upgrade 3DM2080 ke 3DM2283: Kesalahan Umum & Cara Setting yang Benar